Ibu di pinggir jalan…
Sudah dua hari ini saya memperhatikan seorang ibu paruh baya duduk mengemis di pinggir Jalan Raya Puspiptek Serpong. Kemarin saya melihatnya saat melintas di siang hari dan sore hari. Hari ini saya melihatnya juga pada waktu siang dan sore hari.
Ibu tersebut duduk tanpa alas di pinggir jalan yang ramia kendaraan. Selain karena jalan utama, jalan tersebut memang rusak parah sehingga semua kendaraan berjalan pelan. Jalanan ini memang sudah rusak parah sejak setahun yang lalu. Hampir selalu terjadi kemacetan jika sedang jam masuk dan pulang kantor. Selain itu, debu-debu juga berterbangan memenuhi jalan. Seakan menanti untuk dihirup siapa saja yang melintas.
Namun baru tadi siang saya sempat melihat dengan cukup “ngeh” ibu tersebut. Ternyata di bahunya ada secarik kertas. Saya agak kurang jelas melihat tulisan tersebut secara utuh, hanya saja saya menangkap beberapa kata yang tertulis di sana.
Kira-kira begini : Mohon Bantuannya, lihatlah kami….dst.
Saya sempat penasaran apakah malam ini dia masih ada di sana, nyatanya tidak. Padahal awalnya saya mengira ibu tersebut tidak bisa berjalan karena setiap saya melintas, ia selalu duduk dengan posisi yang sama yaitu meluruskan kakinya.
Saya berpikir, apakah ibu itu mengemis dari pagi hingga sore dengan kemauannya sendiri ataukah ada orang lain yang membantunya. Sungguh kasihan seorang ibu tua harus duduk di pinggir jalan untuk mengemis. Mempertaruhkan keselamatanya demi uang belas kasih orang-orang yang melintas. Tidak peduli akan panas terik yang dapat membakar kulit. Tidak peduli betapa banyak debu yang telah ia hirup dari pagi hingga sore hari selama berhari-hari.
Sebagai orang lain pun saya iba melihatnya..
Kalau ibu itu punya anak, setega itukah anaknya membiarkan ibunya seperti itu?
Mungkin ibu tersebut hanya sebagian dari banyak orang di negara kita yang hidup dalam keadaan sangat sulit. Saya sangat yakin banyak juga yang keadaannya lebih parah dari ibu tersebut. Saya tidak ingin menyalahkan siapapun atas kejadian yang mungkin sudah sering kita lihat. Hanya ingin berbagi cerita dan mengingatkan bahwa kehidupan kita masih sangat beruntung dibandingkan mereka.






Tinggalkan Balasan